Khutbah Iduladha: Hakikat Pengorbanan di Masa Pandemi
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Sejarah Masjid Al-Ikhlas Desa Bumbung Pada awal tahun 1950-an, wilayah Desa Bumbung masih berupa lahan garapan masyarakat dan belum memiliki tempat ibadah permanen. Sebagai wujud semangat keagamaan masyarakat saat itu, pada tahun 1958 dibangun sebuah langgar sederhana atas prakarsa Sangadi Loda Dotulong. Langgar tersebut memiliki lantai dari pohon enau, dinding dari anyaman bambu (pitate), serta atap dari rumbia. Meskipun sederhana, tempat ini menjadi pusat kegiatan ibadah dan silaturahmi masyarakat muslim Desa Bumbung. Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan tempat ibadah, pada tahun 1971 langgar tersebut diperluas dan direnovasi menjadi sebuah musholla atas inisiatif Sangadi UT Van Gobel. Musholla ini kemudian menjadi tempat kegiatan keagamaan utama di desa. Pada tahun 1987, musholla tersebut dibangun menjadi Masjid Al-Ikhlas oleh Sangadi Hajiba Dotulong bersama masyarakat Desa Bumbung. Pembangunan ini menandai babak baru dalam sejarah keagamaan desa, di mana masyarakat memiliki masjid permanen untuk melaksanakan shalat berjamaah, pengajian, dan kegiatan sosial keagamaan lainnya. Kemudian, seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan ruang ibadah, pada tahun 2012 Masjid Al-Ikhlas kembali dibangun menjadi masjid yang lebih besar dan megah atas prakarsa Sangadi Oslan Olii bersama seluruh masyarakat Desa Bumbung. Pembangunan ini menjadi simbol semangat gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap rumah Allah. Hingga kini, Masjid Al-Ikhlas Desa Bumbung terus menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, dan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Kemenag mengajak umat Islam, utamanya yang berada di Zona PPKM Darurat, serta zona..
Khutbah Pertama اَلْØÙŽÙ…ْد٠للهÙ..